Header Ads

Mentan, Dengan Benih Hibrida Penghasilan Petani Padi Capai Ratusan Triliun



Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan panen raya padi jenis hibrida varietas Sembada (B9) milik penangkaran padi PT Biogene Plantation di Desa Ngompro, Kecamatan Pangkur, Ngawi, Jawa Timur, Kamis (27/10). Pada kesempatan ini Amran meminta petani setempat terus memanfaatkan padi dengan varietas hibrida karena jelas terbukti mampu meningkatkan hasil produksi pertanian khususnya padi.

“Sekarang produksi nasional padi inbrida (non hibrida-red) hanya mampu 5,5 ton per hektar namun jika dibandingkan dengan padi varietas hibrida ini selisihnya lebih banyak yakni tiga ton per hektar. Maka kami meminta petani betul-betul memanfaatkan padi varietas hibrida ini,” terang Mentan Andi Amran Sulaiman, Kamis (27/10).

Jelasnya, varietas padi hibrida varietas B9 yang dilepas tahun 2008 lalu terbukti mampu meningkatkan produksi padi lebih 8 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektarnya. Dengan hitungan tersebut, jika dikalikan 10 juta ton sampai 30 juta ton padi jenis varietas hibrida secara nasional petani mampu meningkatkan produksinya dengan nilai sekitar Rp 120 triliun.

Tentu untuk menembus target yang dipasang tandas Amran, pemerintah saat ini menyediakan anggaran khusus untuk benih hibrida yang dialokasikan bentuk subsidi maupun dalam bentuk gratis terhadap petani. Bahkan untuk anggaran benih gratis saat ini pemerintah telah mengalokasikan kurang lebih 600 ton untuk areal tanam 40 ribu hektar lahan. Sedangkan penyediaan benih padi hibrida bersubsidi pemerintah menyediakan 2.250 ton dengan cakupan 150 hektar lahan.

“Benih padi hibrida yang didapatkan secara gratis ini bermacam jenisnya mulai IPB3S, Inpari dan Sembada sendiri. Dengan demikian program pertanian semacam ini menjadi perhatian kita jangan sampai masyarakat asal tanam benih saja tanpa memperhatikan kwalitas benih itu sendiri,” beber Amran.

Sementara itu untuk areal penangkaran padi hibrida milik PT Biogene Plantation di Ngawi terutama variteas jenis Sembada (B9) dan Sembada 168 diatas lahan 200 hektar dengan produksi benih kurang lebih 500 ton. Kemudian secara umum terang Bupati Ngawi Budi Sulistyono saat menghadiri panen raya bersama Mentan tersebut, untuk produksi padi diwilayahnya pada musim panen kali ini baru menyentuh 780 ribu ton GKP dan 20 persen diantaranya dikonsumsi oleh lokal.

“Produksi padi di Ngawi memang perlu kita genjot lagi meskipun daerah ini salah satu lumbungnya padi di Jawa Timur. Tentunya petani harus bersinergi memanfaatkan benih hibrida dengan berbagai macam varietasnya apalagi yang sudah terbukti varietas Sembada ini,” pungkas Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

Sumber : SiagaIndonesia.com

No comments

Powered by Blogger.